FORUM KOMUNIKASI PROFESIONAL
KEDOKTERAN LABORATORIUM

Peran Profesional Kedokteran Laboratorium dalam Pencegahan, Tatalaksana dan Surveilans Penyakit Infeksi, Hospital Acquired Infection (HAIs) dan Resistensi Antimikroba

Latar Belakang

Penyakit infeksi tidak lagi menempati urutan tertinggi insidensi di Indonesia tetapi tetap menjadi fokus perhatian Program Kesehatan, bahkan perhatian secara global karena potensinya mewabah dan dibutuhkannya peran serta banyak pihak termasuk pihak di luar sektor kesehatan

Beberapa penyakit infeksi yang telah sejak dulu ada belum berhasil dieradikasi (malaria, tuberkulosis, difteri), sementara infeksi baru juga muncul menjadi tantangan (emerging & re-emerging disease)

Surveilans resistensi antimikroba berbasis data laboratorium, secara nasional, masih minimal di Indonesia. Data surveilans yang baik bermanfaat untuk disumbangkan kepada pengelola Program di berbagai tingkat pengambil keputusan agar dapat lebih berdayaguna

Peran para profesional kedokteran laboratorium sangat dibutuhkan untuk bersama-sama profesional lain menyumbangkan pemikiran dan hasil kerja pelayanannya di bidang infeksi

Sebagai forum komunikasi para profesional di bidang kedokteran laboratorium infeksi di seluruh Indonesia

Media berbagi ilmu, perkembangan teknologi dan pengalaman di bidang pelayanan laboratorium penyakit infeksi

Media mengkomunikasikan hasil surveilans di area tugas masing-masing untuk kemudian diolah dan disumbangkan kepada pengampu kepentingan yang terkait baik di tingkat regional maupun nasional

Kapasitas Laboratorium dalam Pengelolaan Infeksi

Peran uji laboratorium dalam pengelolaan Infeksi

Manajemen pasien

Untuk mengkonfirmasi, menyingkirkan diagnosis.

Skrining untuk infeksi asimtomatik

Mencegah penyakit / komplikasi klinis, mengurangi penularan di masyarakat

Surveilans

Termasuk verifikasi eliminasi

Studi epidemiologi

Cepat menilai beban penyakit, investigasi wabah

Deteksi resistansi obat / surveilans AMR

Sekretariat forum komunikasi:
Pokja Infeksi PDS Patklin dan Kedokteran Laboratorium
RSUP Dr Sardjito